Kamis, 20 Oktober 2011
Gelar Kesenian Untuk Pertahankan Tradisi
kotatuban.com-Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban tun ini bakal menggelar seni budaya sebagai upaya memberikan ruang gerak seniman Tuban untuk berkreasi. Selain itu pagelaran seni budaya itu nanti akan dilanjutkan gelar seni tradisi di Taman Mini Indah Indonesia (TMMI). “Pagelaran seni budaya ini sudah menjadi tradisi tahunan kami,” terang Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban Budi Wiyana, Jumat (18/3).
Ditambahkan, berbagai kesenian di Tuban akan ditampilkan di berbagai tempat, seperti di obyek wisata Gua Akbar maupun di Bektharjo. Selain itu juga akan digelar di Alon-alun, pantai Boom maupun di gedung Budaya Loka Tuban. Diharapkan, dengan berbagai kegiatan seni dan budaya itu mampu memberikan nilai tambah bagi warga Tuban, termasuk nilai tambah ekonomi. “Tapi, yang penting nilai tambah bagi seni dan budaya Tuban sendiri,” tandas Budiwiyana.
Pagelaran seni dan budaya itu akan dimulai pada 3 April mendatang dan 8 Nopember mendatang. Namun, pada awal Juli, Kabupaten Tuban akan ikut ambil bagian pegelaran seni tradisi di TMII. “Tapi, jadwal itu masih bisa berubah akan kita sesuaikan dengan kondisi,” terangnya.
Kesenian yang akan meramaikan tradisi tahunan seni budaya di Tuban diantaranya, campursari modern, jaranan cepaplok, ketoprak, lawak, tayub, ketoprak, reog, wayang dan berbagai kesenian lain. Bahkan, juga akan diadakan jambore kesenian tingkat kabupaten. “Selain itu juga akan kita lakukan work shop tata suara,” imbuh Budi.
Pihaknya berharap, dengan berbagai pegelaran seni dan budaya bisa menjadi ladang wisata warga Tuban maupun dari daerah lain. Sehingga, wisata dan seni di Tuban bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan Tuban ke depan.
Diakui Budi, selama ini wisata di Tuban belum bisa dijadikan industri, sehingga, belum bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dengan dikembangkannya seni dan wisata di Tuban akan memberikan efek peningkatan perekonomian warga,” tandasnya.
Pihaknya, dalam waktu dekat juga akan mengembangkan obyek wisata dan terminal baru. Konsep awalnya, adalah terminal dan wisata. Namun, hingga kini masih belum menunjukkan kemajuan, sehingga harus ada desain ulang. “Nanti terminal hanya sebagai penopang saja, yang utama justru obyek wisatanya. Tapi, ini baru rencana yang harus dideskusikan lebih detail,” ungkap Budi panjang lebar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar