Kamis, 20 Oktober 2011
Pariwisata Tuban Optimis Mampu “Curi” 20-30 Persen Kunjungan Wisata Jatim
kotatuban.com – Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Ir. Budi Wiyana, menyatakan, pihaknya optimis mampu mencuri jumlah kunjungan wisata di Jawa Timur sebesar 20 hingga 30 persen. Menurut Budi Wiyana, Tuban memiliki banyak obyek wisata yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. “ Kita punya Makam Sunan Bonang, punya Goa Akbar yang lebih eksotis dibanding Goa Maharani. Kita punya obyek wisata alam yang menarik untuk wisata petualangan, kita punya laut dan seni tradisional serta kuliner yang khas,” jelas Budi Wiyana ketika ditemui kotatuban.com di ruang kerjanya, Senin (2/5).
Diakuinya, selain Makam Sunan Bonang dan Goa Akbar, obyek-obyek wisata yang ada di Tuban masih belum memiliki brand seperti obyek – obyek wisata yang ada di Malang, Batu dan Pasuruan. Namun, katanya, waktu-waktu berikutnya obyek-obyek wisata yang dimiliki Tuban bakal sedikit meningkat, dan mampu menarik minat wisatawan. Kecenderungan tersebut sudah mulai tampak setahun terakhir.
Pada musim-musim kunjungan wisata, banyak wisatawan yang mengalihkan kunjungan wisata alternatifnya ke Tuban. “ Wisatawan yang berkunjung ke Jatim pasti tujuannya ke Malang, Batu dan Pandaan, Pasuruan dan Probolinggo. Daerah itu memang sudah menjadi daerah tujuan wisata utama di Jatim. Alternatifnya, ada Lamongan dengan WBL dan Goa Maharani-nya, ada Nganjuk, Mojokerto, Magetan, Surabaya dan Tuban. Setahun terakhir minat wisatawan ke daerah-daerah tersebut menurun, sementara jumlah pengunjung wisata di Tuban justru meningkat,” papar Budi Wiyana.
Menurut catatan Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, pada 2010 lalu sebanyak 168.888 wisatawan berkunjung ke berbagai daerah di Jatim. Dari jumlah tersebut, menurut Budi Wiyana, sebanyak 33.777 wisatawan (20 %) memilih Tuban sebagai daerah tujuan wisatanya. Tahun ini, Budi Wiyana mematok target peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tuban meningkat 10 %. “ Kita terus tingkatkan promosi. Selain itu sejumlah tempat wisata pendukung juga sedang kita bangun, seperti pantai Boom danTerminal Wisata Kambang Putih (TWKP),” tambahnya.
Optimisme Budi Wiyana tersebut didasarkan pada target peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jatim tahun ini. Sejalan dengan program Visit East Java 2011, Pemprop Jatim mematok target peningkatan kunjungan wisata sebanyak 5% untuk wisatawan lokal, dan 16 % untuk wisatawan asing.
Ditambahkan pula, Tuban memiliki daya tarik lain selain tempat-tempat wisata. Kerajinan Batik Gedog yang telah memiliki brand internasional, kata Budi Wiyana, menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tuban, terutama wisatawan asing. Selain itu juga banyaknya produk unggulan yang bisa dijadikan daya tarik wisata seperti blimbing Tasikmadu, buah siwalan dan legen, juga kacang tanah, ikan asin, terasi dan berbagai makanan yang hanya bisa ditemui di Tuban, seperti nasi jagung dan belut krengsengan.
“ Jadi jangan dibayangkan wisatawan itu selalu tertarik pada tempat-tempat wisata saja. Justru trend saat ini, wisata industri kerajinan, wisata kuliner dan wisata agro yang banyak dicari para wisatawan,” kata Budi Wiyana.(bsa)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar